Berkeringat setelah makan

Berkeringat setelah makan

KOMPAS.com – “Apakah berkering saat saat makan

itu baik? Apa yang menyebabkan kita berkeringat saat makan, padahal makanan yang disantap tidak pedas atau panas?” (Wina, Depok)

Berkeringat saat makan biasanya disebut gustatory perspiration, demikian menurut Riani Susanto, ND, CT, naturopathy doctor dan detoxification specialist. Ada dua kategori: Pertama, heavy sweating, yaitu berkeringat banyak pada bagian tertentu seperti kepala, wajah, dada, pundak, leher, tangan, dan ketiak, yang biasanya terjadi pada waktu makan. Kedua, excessive sweating, yaitu munculnya keringat berlebih yang dipicu segala sesuatu yang berhubungan dengan makan, seperti menggigit, mengunyah, atau merasakan. Stimulasi apa pun pada ludah memang bisa menyebabkan terjadinya gustatory perspiration.

Makan dan minum yang panas atau pedas biasanya menjadi pemicu utama terjadinya gustatory perspiration. Jika makanan yang tidak panas atau pedas tetap membuat kita berkeringat dan menimbulkan gangguan, artinya produksi keringat kita memang berlebihan. Operasi untuk mengurangi produksi keringat bisa saja dilakukan, biasanya kalau keringat yang dikeluarkan melebihi 400 ml. Di bawah level tersebut, keringat masih bisa diatasi dengan mengubah pola makan.

Agar sesi makan tak terganggu keringat yang berlebihan, simak tipsnya:
* Kurangi konsumsi mi. Lebih baik makan nasi merah atau cokelat. Serat membuat tubuh tidak perlu mengeluarkan banyak energi untuk mencerna makanan.
* Batasi konsumsi makanan yang digoreng atau yang kadar lemaknya tinggi.
* Kurangi konsumsi garam hingga kurang dari 4 gram sehari. Biasanya konsumsi garam kita rata-rata 10-12 gram per hari.
* Kurangi penggunaan bawang bombai dan bawang putih dalam makanan.
* Santap makanan yang mengandung kalsium, terutama yang terkandung dalam buah-buahan seperti pisang.
* Saat memasak gunakan minyak yang mengandung asam lemak tak jenuh tunggal.
* Minum teh herba seperti sage tea yang bisa mengurangi keringat.

Sumber : Kompas.com